Hari ini, 9 Februari, adalah Hari Pers Nasional (HPN). Peringatan HPN dan acara hari ulang tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-62 sedang berlangsung di Semarang. Konvensi ini yang dihadiri tokoh pers, politik, dan pengamat ekonomi, diisi dengan banyak diskusi tentang perkembangan pers nasional dan pandangan pers untuk Visi Indonesia 2030.
“There is a lack of interest in reading among the younger generation [...] which is why print media circulation is experiencing a national decline,” kata Ketua PWI Jawa Tengah Sasongko Tedjo di Jakarta Post. Dan juga di Kompas: “Tiras koran sekarang ini mengalami penurunan dari 4,5 juta eksemplar menjadi 3,5 juta eksemplar dan ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi Amerika Serikat juga mengalami hal itu.”

Lho, yang benar? Kalau begitu, kenapa jumlah pengguna Internet tetap naik dan situs-situs web seperti Antara, Detik, The Jakarta Post, Kompas, Lintas Berita, dan layanan RSS terus berkembang dan makin populer di Indonesia? Apalagi pada tahun 2030 nanti. Jelas, alasannya bukan lack of interest in reading atau ketidaksukaan membaca.
Post terkait:
Gambar dari webponce.


2 Comments
saya setuju generasi muda tak suka baca koran, saatnya kini revolusi website, tinggal klik keluarlah jutaan info yang kita butuhkan. Selamat atas launchingnya web http://www.hidoop.com. semoga sukses, kami harap bisa bekerjasama dengan kami. klik juga di web kami.ok.terimaksih
Hi Ahmad, thanks commentnya!
Iya, benar, generasi muda suka baca koran online di Internet. Informasi lebih banyak dan opini-opini lebih luas, kan?
Selamat dan sukses dengan pembangunan situs anda!
Post a Comment